Sistem IPAL MBG Dapur Makan Bergizi Gratis

IPAL MBG: Standar Wajib Dapur SPPG & Syarat Lolos SLHS 2026

Pemerintah Republik Indonesia membawa angin segar perubahan melalui program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Jutaan porsi makanan sehat akan didistribusikan setiap hari ke sekolah-sekolah di seluruh pelosok negeri. Namun, pernahkah Anda membayangkan apa yang terjadi di balik layar dapur raksasa yang memproduksi 3.000 porsi makanan setiap hari? Di sana ada tantangan besar yang tak kasat mata: ribuan liter air cucian berminyak, sisa lemak daging, dan limbah organik cair yang jika tidak ditangani, akan menjadi “bom waktu” bagi lingkungan. Di sinilah IPAL MBG hadir bukan sekadar sebagai pelengkap, melainkan sebagai nadi operasional yang menentukan keberlanjutan dapur Anda.

Bagi para calon mitra pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), memahami urgensi pengolahan limbah bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) telah menetapkan aturan main yang tegas: tidak ada IPAL MBG, tidak ada izin operasi. Mengapa aturan ini begitu ketat? Karena limbah dapur komersial memiliki karakter “jahat” yang berbeda dengan limbah rumah tangga biasa; ia mengandung lemak jenuh tinggi yang mampu menyumbat saluran drainase desa dalam hitungan minggu. Artikel ini akan mengupas tuntas seluk-beluk instalasi vital ini, mulai dari definisi, cara kerja, hingga spesifikasi teknis yang wajib Anda penuhi agar dapur Anda tidak hanya produktif, tapi juga legal dan dicintai masyarakat sekitar.

Apa Itu IPAL MBG?

Banyak orang salah kaprah menyamakan instalasi ini dengan septic tank biasa. Padahal, IPAL MBG adalah sistem pengolahan limbah cair tingkat lanjut (advanced wastewater treatment) yang didesain spesifik untuk “menjinakkan” karakteristik limbah dapur SPPG. Jika septic tank di rumah Anda hanya berurusan dengan limbah biologis manusia, instalasi ini harus bertarung melawan musuh yang lebih berat: minyak, lemak (oils and grease), sabun deterjen, dan sisa bahan pangan organik yang memiliki kadar polutan tinggi.

Secara teknis, IPAL MBG berfungsi mengubah air limbah yang keruh, berbau, dan berbahaya menjadi air yang jernih dan aman bagi lingkungan sesuai baku mutu pemerintah.

Dalam konteks program 2026, keberadaan sistem ini adalah bukti fisik komitmen pengelola dapur terhadap standar kesehatan.

Tanpa adanya unit pengolahan yang mumpuni, air limbah dapur SPPG akan mencemari tanah, menimbulkan bau busuk yang memicu protes warga, dan yang paling parah menjadi sarang bakteri yang bisa kembali mencemari makanan (kontaminasi silang).

Jadi, bisa dibilang alat ini adalah “satpam” yang menjaga dapur Anda tetap higienis dan profesional.

Estimated reading time: 17 menit

Sistem IPAL MBG Dapur Makan Bergizi Gratis
Penerapan unit IPAL MBG yang tepat menjamin dapur tetap bersih, tidak bau, dan memenuhi standar Badan Gizi Nasional.

Mengapa IPAL MBG Menjadi Syarat Mati Operasional SPPG?

Anda mungkin berpikir, “Ah, yang penting makanannya enak dan bergizi.” Tunggu dulu.

Dalam standar operasional prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional, sanitasi adalah harga mati. Pemerintah tidak ingin program mulia ini justru menyisakan masalah lingkungan di kemudian hari.

Berikut adalah alasan mendalam mengapa Anda harus memprioritaskan investasi pada IPAL MBG:

Kunci Utama Mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)

Ini adalah poin paling krusial. Untuk bisa berkontrak dengan pemerintah dan mendistribusikan makanan, SPPG Anda wajib mengantongi SLHS.

Sertifikat ini tidak bisa dibeli; ia harus dibuktikan dengan audit fisik. Auditor kesehatan akan langsung menuju saluran pembuangan akhir Anda.

Apakah ada IPAL MBG yang terpasang? Apakah air yang keluar jernih atau keruh?

Jika Anda membuang limbah langsung ke selokan tanpa pengolahan, dapat dipastikan dapur Anda gagal audit.

Tanpa SLHS, dapur megah yang Anda bangun hanyalah bangunan kosong tanpa izin operasi.

Mencegah “Bencana” Saluran Mampet (Clogging)

Limbah dapur kaya akan lemak. Sifat lemak sangat unik: ia cair saat panas, tapi membeku dan mengeras seperti beton saat dingin.

Tanpa sistem pengolahan yang benar, lemak ini akan menempel di dinding pipa, menumpuk, dan akhirnya menyumbat total aliran air.

Bayangkan kepanikan yang terjadi jika saluran mampet di tengah jam sibuk memasak 3.000 porsi! Air kotor meluap ke lantai dapur, bau busuk menyebar, dan proses masak terhenti total.

IPAL MBG mencegah mimpi buruk ini terjadi dengan memisahkan lemak sejak awal sebelum ia sempat merusak infrastruktur pipa Anda.

Menjaga Reputasi dan Keharmonisan dengan Warga Desa

Program MBG menyentuh lapisan masyarakat terbawah di desa-desa. Jika dapur Anda membuang limbah busuk ke sungai tempat warga mencuci atau mengairi sawah, konflik sosial tidak akan terhindarkan.

Dapur Anda akan dicap sebagai pencemar lingkungan. Sebaliknya, dengan menggunakan IPAL MBG yang canggih, Anda menunjukkan kelas Anda sebagai pengelola profesional yang peduli lingkungan.

Air hasil olahan yang jernih bahkan bisa dimanfaatkan kembali untuk menyiram taman desa, menjadikan dapur Anda contoh positif penerapan ekonomi sirkular.

Jangan pernah meremehkan kekuatan limbah cair. Satu dapur tanpa IPAL bisa merusak satu ekosistem sungai di desa. IPAL MBG adalah investasi reputasi; ia melindungi bisnis Anda dari sanksi hukum dan sanksi sosial sekaligus.

Spesifikasi Teknis IPAL Dapur MBG

Memilih unit pengolahan limbah tidak boleh asal-asalan. Spesifikasi yang terlalu kecil akan membuat sistem overload dan jebol, sedangkan yang terlalu besar akan memboroskan anggaran.

Untuk Dapur SPPG tipe standar (3.000 porsi/hari), berikut adalah spesifikasi teknis “wajib” yang harus Anda perhatikan:

Sistem Grease Trap (Jebakan Lemak) Bertingkat

Sebelum masuk ke unit pengolahan utama, air limbah harus “dibersihkan” dari lemak. Penggunaan Grease Trap adalah hukum wajib.

Grease Trap Indoor

Pasang unit kecil berbahan Stainless Steel di bawah setiap sink (bak cuci piring). Ini adalah pertahanan lapis pertama untuk menyaring sisa nasi dan sayur.

Grease Trap Outdoor (Master Trap)

Pasang bak kontrol pemisah lemak yang lebih besar di luar gedung sebelum masuk tangki IPAL MBG.

Tanpa tahap ini, bakteri pengurai di dalam tangki utama akan mati lemas tertutup lapisan minyak, dan sistem IPAL Anda akan gagal total (hanya numpang lewat saja).

Tangki Bioreaktor IPAL MBG: Teknologi Anaerob-Aerob

Ini adalah “jantung” dari sistem IPAL MBG. Untuk kapasitas limbah 3-5 m³ per hari, teknologi gabungan Anaerob dan Aerob adalah yang paling efisien dan stabil.

Zona Anaerob Proses Pengolahan Air Limbah Tanpa Menggunakan udara

Air limbah didiamkan agar bakteri pengurai bekerja tanpa oksigen. Proses ini ampuh menurunkan kadar polutan organik kasar.

Zona Aerob Proses Pengolahan Limbah Cair Dapur Menggnakan bakteri dan Blower

Di sini, air diaduk dengan gelembung udara (aerasi) yang disuplai oleh mesin blower. Oksigen ini membuat bakteri aerob bekerja super agresif memakan sisa-sisa polutan halus.

Pastikan tangki menggunakan media bakteri (Biofilter Honeycomb atau Bio-Ball) sebagai rumah tinggal bakteri.

Semakin luas permukaan media, semakin banyak pasukan bakteri yang bekerja membersihkan air Anda.

Dimensi dan Material Tangki IPAL MBG yang Tahan Banting

Lupakan tangki beton konvensional yang rawan retak dan bocor. Standar modern IPAL MBG menyarankan penggunaan material Fiberglass Reinforced Plastic (FRP).

Material ini anti-karat, ringan, namun sangat kuat menahan tekanan tanah.

Dimensi Ideal IPAL Dapur Makan bergizi Gratis

Untuk kapasitas 3.000 porsi, Anda memerlukan tangki dengan volume total minimal 3.000 hingga 5.000 liter (3-5 m³).

Estimasi dimensinya sekitar Panjang 2,5m x Lebar 1,5m x Tinggi 1,5m.

Desain yang compact ini memudahkan Anda menempatkannya di lahan sisa belakang dapur tanpa memakan tempat parkir logistik.

Fitur Bak Kontrol dan Disinfeksi Akhir

Air hasil olahan tidak boleh langsung dibuang begitu saja. Ia harus melewati tahap “finishing”.

Sistem Klorinasi/teknologi UV

Tahap ini Clorin atau Kaporit Berfungsi Untuk membunuh bakteri patogen (seperti E.coli atau Salmonella) yang mungkin masih lolos.

Sehingga KandungN e Coli dapat Ditekan

Bak Sampling IPAL MBG dan treated water tank

Bak Ini adalah lubang atau Kolam inspeksi khusus yang memudahkan petugas dinas mengambil sampel air untuk uji lab.

Pastikan lubang ini mudah diakses dan tidak tertutup permanen.

Cara Merancang Instalasi IPAL MBG Standar Dapur SPPG agar Lolos Sertifikasi SLHS

Panduan praktis langkah demi langkah merancang sistem IPAL MBG yang efektif untuk fasilitas Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).

Ikuti tahapan teknis ini untuk memastikan pengolahan limbah cair berjalan optimal, mencegah saluran mampet akibat lemak, dan menjamin dapur Anda memenuhi syarat Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Badan Gizi Nasional.

  • Total Waktu: 7 Hari (Estimasi instalasi sipil & mekanikal)
  • Perkiraan Biaya: IDR 65.000.000 – 255.000.000 (Tergantung kapasitas & lokasi)

Waktu yang dibutuhkan: 7 jam

Cara Merancang Instalasi IPAL MBG Standar Dapur SPPG

  1. Hitung Estimasi Debit Limbah Cair Harian

    Sebelum membeli unit, Anda wajib mengetahui volume limbah yang dihasilkan. Untuk Dapur SPPG dengan target produksi 3.000 porsi per hari, rata-rata penggunaan air adalah 1,5 liter per porsi. Maka, debit limbah cair estimasi adalah: 3.000 porsi x 1,5 liter = 4.500 Liter (4,5 m³) per hari. Pastikan Anda memilih tangki IPAL MBG dengan kapasitas minimal 4-5 m³ agar air memiliki waktu tinggal (retention time) yang cukup untuk diurai bakteri.

  2. Pasang Grease Trap (Perangkap Lemak) Bertingkat

    Limbah dapur mengandung minyak tinggi yang mematikan bakteri pengurai. Jangan alirkan air cuci piring langsung ke tangki utama!
    Pasang Grease Trap Portable (Stainless) tepat di bawah setiap bak cuci (kitchen sink).
    Bangun Bak Kontrol Lemak Utama di luar gedung sebelum jalur masuk ke IPAL. Bersihkan lemak yang terperangkap di alat ini setiap pagi sebelum operasional dapur dimulai.

  3. Instalasi Tangki Biofilter Anaerob-Aerob

    Lakukan penggalian tanah di area belakang dapur sesuai dimensi tangki Fiberglass (FRP) yang disiapkan. Masukkan tangki IPAL MBG ke dalam lubang galian. Pastikan posisi tangki waterpass (rata) agar aliran air lancar. Isi tangki dengan air bersih terlebih dahulu sebelum menimbun tanah di sekelilingnya untuk menyeimbangkan tekanan tanah dan mencegah tangki penyok.

  4. Koneksi Sistem Aerasi (Blower) & Kelistrikan

    Sambungkan pipa udara dari mesin Air Blower ke sistem diffuser di dalam tangki aerob. Nyalakan blower untuk menyuplai oksigen bagi bakteri pengurai. Pastikan panel kontrol listrik terpasang di tempat yang teduh dan aman dari hujan. Blower harus menyala 24 jam (atau diatur timer otomatis) agar koloni bakteri di dalam media biofilter tetap hidup dan aktif memangsa polutan organik.

  5. Tahap Disinfeksi dan Uji Baku Mutu

    Pada tahap akhir (pipa outlet), tambahkan tablet klorin/kaporit pada tabung disinfektan untuk membunuh bakteri patogen seperti E. Coli. Setelah sistem berjalan 1-2 minggu (masa seeding bakteri), ambil sampel air dari bak kontrol. Bawa ke laboratorium lingkungan terakreditasi. Pastikan parameter pH (6-9), BOD, dan Minyak Lemak sudah sesuai baku mutu pemerintah sebagai syarat lampiran dokumen SLHS.

Komponen Peralatan IPAL MBG

Membangun sistem pengolahan limbah yang handal ibarat merakit sebuah mesin; setiap bagian memiliki peran vital yang saling terhubung.

Jika satu komponen gagal, seluruh sistem bisa lumpuh. Bagi Anda calon pengelola SPPG, sangat penting untuk mengenali apa saja peralatan fisik yang harus ada dalam paket instalasi IPAL MBG yang Anda beli.

Jangan sampai Anda membeli “kucing dalam karung”.

Berikut adalah daftar komponen peralatan standar yang wajib terpasang untuk menjamin performa pengolahan limbah yang optimal:

Unit Grease Trap (Perangkap Lemak Utama)

Ini adalah garda terdepan sistem pertahanan IPAL Anda. Alat ini bukan sekadar bak penampung, melainkan alat pemisah mekanis.

Fungsi Grease Trap Pada IPAL MBG

Menangkap lemak jenuh dan minyak (oil & grease) yang mengapung serta mengendapkan sisa makanan padat (food waste) agar tidak masuk ke tangki utama.

Material Grease Trap Standar MBG

Disarankan menggunakan material Stainless Steel (untuk unit indoor di bawah wastafel) atau Fiberglass (untuk unit outdoor) agar tahan korosi asam lemak.

Tangki Reaktor Utama (Main Tank Bio-System) IPAL MBG

Wadah tempat “keajaiban” penguraian terjadi.

Unit tangki Pengolahan Utama Biasa disebut denagn tangki reaktor yang berfungsi untuk Menampung limbah cair selama proses pengolahan biologi (anaerob & aerob).

Bahan Yang dipergunakan menggunakan material Fiberglass Reinforced Plastic (FRP).

Material ini jauh lebih unggul dibandingkan beton/septic tank konvensional karena sifatnya yang anti-bocor, ringan, namun sangat kuat menahan tekanan tanah, serta memiliki usia pakai (lifetime) hingga puluhan tahun.

Pada tangki ini Terjadi proses aerasi dimana kandungan organin dalam limbah cair Dapur MBG akan di oksidasi atau di uraikan menggunakan bakteri aerob.

Bakteri aerob adalah jenis bakteri yang dapat menguraikan atau menurunkan kandungan COD dan BOD dengan bantuan Oksigen

Media Biofilter (Rumah Bakteri)

Bakteri pengurai tidak bisa bekerja sambil berenang bebas; mereka butuh tempat tinggal untuk berkoloni.

fungsi dari Media Biofilter atau Rumah bakteri yaitu Sebagai media tempur atau tempat melekatnya mikroorganisme pengurai limbah.

Bahan Yang dipergunakan dan jenisnya Umumnya menggunakan tipe Honeycomb (sarang tawon) atau Bio-Ball.

Semakin luas permukaan media (specific surface area), semakin banyak bakteri yang bisa hidup, dan semakin jernih air yang dihasilkan.

Mesin Air Blower (Aerator)

Ini adalah “paru-paru” dari sistem IPAL MBG. Tanpa alat ini, bakteri aerob akan mati dan proses pengolahan akan gagal (menimbulkan bau busuk).

Aerator Atau blower berfungsi untuk Menyuplai oksigen murni ke dalam air limbah melalui pipa diffuser.

Spesifikasi Untuk kapasitas 3.000 porsi, biasanya menggunakan Ring Blower, Turbojet Aerator, Diaghpramp blower atau Root Blower dengan daya hemat energi (sekitar 100-200 Watt) yang dirancang untuk beroperasi 24 jam non-stop dengan tingkat kebisingan rendah (silent run).

Diffuser (Pemeceh Gelembung)

Equipment pensupplay udara satu ini Sering terlupakan, padahal komponen kecil ini sangat krusial.

Fine Bubble diffuser dan coarse Bubble diffuser Berguna untuk Memecah udara dari blower menjadi gelembung-gelembung halus (fine bubble).

Gelembung halus lebih efektif melarutkan oksigen ke dalam air dibandingkan gelembung besar, sehingga kerja bakteri menjadi jauh lebih efisien.

Pompa Transfer / Sirkulasi (Submersible Pump)

Pompa Transfer berupa pompa submersible dengan kapasitas 1m3 – 3 m3 per jam dengan material Stainles stell

Equipment pompa celup ini Diperlukan jika elevasi tanah atau saluran buang (selokan) lebih tinggi dari posisi IPAL.

Fungsi Utama Pompa Transfer dalam IPAL Dapur Makan Bergizi Gratis MBG ini yaitu Memompa air hasil olahan keluar menuju drainase kota atau mensirkulasikan kembali lumpur aktif (return sludge) ke tangki awal untuk pengolahan ulang.

Jenis pompa celup (submersible) dipilih karena tahan air dan awet.

Unit Desinfeksi (Chlorinator)

Gerbang terakhir Proses Pengolahan IPAL MBG yaitu Proses Klorinasi sebelum air dilepas ke alam bebas.

Proses Kerjanya dengan menginjeksikan Bahan kimia Kaporit ataupun sodium Hypoclirite ke dalam air Effluent

Fungsi proses clorinator ini yaitu Membunuh bakteri patogen berbahaya seperti E. Coli, Salmonella, dan kuman penyakit lainnya.

Metode yang dipergunakan Umumnya menggunakan Tube Chlorinator yang diisi tablet kaporit lambat larut (slow release chlorine tablet). Air yang melewati tabung ini akan otomatis tersterilisasi.

Panel Kontrol Listrik (Electrical Control Panel)

Equipment Panel Control atau panel listrik IPAL ini sebagai Otak yang mengatur otomatisasi seluruh peralatan.

Fungsi Panel control IPAL yaitu untuk Mengatur jadwal nyala-mati (timer) mesin blower dan pompa secara otomatis, serta melindungi peralatan dari kerusakan akibat korsleting atau lonjakan arus listrik.

Dengan panel ini, operasional IPAL menjadi praktis dan tidak perlu ditunggu setiap saat.

IPAL MBG Langkah Cerdas Menuju Dapur SPPG Profesional

Menjalankan amanah sebagai penyedia gizi anak bangsa adalah tugas mulia yang menuntut tanggung jawab penuh.

IPAL MBG bukanlah beban biaya, melainkan aset investasi yang melindungi kelangsungan operasional Anda.

Dengan sistem pengolahan limbah yang tepat, Anda tidak hanya mematuhi regulasi pemerintah dan mengamankan sertifikat SLHS, tetapi juga mewariskan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang.

Jangan biarkan risiko pencemaran menghambat kesuksesan Anda menjadi mitra strategis Badan Gizi Nasional.

Pastikan dapur Anda siap tempur dengan sanitasi kelas wahid.

Apakah Dapur SPPG Anda Sudah Memenuhi Standar IPAL? Jangan ambil risiko dengan sistem coba-coba. Konsultasikan kebutuhan IPAL MBG Anda sekarang juga kepada ahlinya.

Kami siap membantu Anda merancang sistem pengolahan limbah yang efisien, hemat lahan, dan terjamin lolos uji sertifikasi. Jadikan dapur Anda teladan kebersihan dan kesehatan! Hubungi kami untuk survei lokasi gratis dan penawaran terbaik.

Bingung Menentukan Kapasitas IPAL MBG yang Tepat?

Salah perhitungan kapasitas bisa berakibat fatal: saluran mampet, bau menyengat, dan biaya bongkar ulang yang mahal. Konsultasikan denah dan rencana produksi Dapur SPPG Anda kepada kami.

Dapatkan penawaran paket IPAL MBG All-in-One (Termasuk Grease Trap, Blower, & Biofilter) yang dirancang khusus untuk durabilitas tinggi dan perawatan mudah.

Konsultasi Gratis via WhatsApp Sekarang

Diskusikan kebutuhan spesifikasi IPAL MBG Makan Bergizi Gratis Anda bersama tim ahli kami hari ini.

FAQ: Pertanyaan Seputar IPAL MBG & Standar Dapur SPPG

Mengapa IPAL MBG wajib dipasang di setiap unit Dapur SPPG?

Pemasangan IPAL MBG (Instalasi Pengolahan Air Limbah) bersifat wajib karena limbah dapur komersial memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan limbah rumah tangga, yaitu kandungan lemak (grease) dan sisa organik yang sangat tinggi. Tanpa sistem pengolahan yang tepat, limbah ini akan membeku, menyumbat saluran drainase desa, dan mencemari air tanah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional mewajibkan instalasi ini sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan dan syarat mutlak operasional program tahun 2026.

Apakah ketersediaan IPAL mempengaruhi penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)?

Ya, sangat berpengaruh. Ketersediaan sistem pengelolaan limbah cair yang berfungsi baik adalah salah satu poin penilaian kritis dalam audit Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Jika Dapur SPPG Anda membuang limbah langsung ke selokan tanpa melalui proses penyaringan dan pengolahan di IPAL MBG, maka sertifikat SLHS tidak akan diterbitkan. Tanpa SLHS, SPPG tidak memenuhi syarat legal untuk menandatangani kontrak kerja sama penyediaan makanan.

Berapa kapasitas IPAL yang ideal untuk Dapur MBG dengan target 3.000 porsi per hari?

Untuk dapur dengan kapasitas produksi 3.000 porsi, estimasi debit limbah cair adalah sekitar 3 hingga 4,5 m³ per hari. Oleh karena itu, Anda disarankan menggunakan unit IPAL MBG dengan kapasitas tangki minimal 4 m³ hingga 5 m³ (5.000 Liter). Spesifikasi ini memastikan air limbah memiliki waktu tinggal (retention time) yang cukup di dalam tangki biofilter agar bakteri pengurai dapat bekerja maksimal menurunkan kadar polutan sebelum air dibuang.

Bagaimana perawatan rutin IPAL MBG agar tidak bau dan mampet?

Kunci perawatan utama terletak pada Grease Trap (perangkap lemak). Petugas dapur wajib membersihkan/mengangkat lemak padat yang terperangkap di Grease Trap setiap hari sebelum operasional dimulai. Selain itu, pastikan mesin Air Blower menyala sesuai jadwal untuk menyuplai oksigen bagi bakteri pengurai, dan lakukan penyedotan lumpur endapan (sludge) pada tangki utama minimal satu tahun sekali agar performa IPAL tetap prima dan bebas bau

Wujudkan Dapur Sehat dan Lolos Audit SLHS dengan IPAL MBG Standar

  • IPAL MBG adalah sistem pengolahan limbah cair yang dirancang khusus untuk dapur dengan kapasitas besar, seperti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
  • Tanpa IPAL MBG, dapur tidak dapat beroperasi secara legal dan berisiko mencemari lingkungan akibat limbah selain dapat menyebabkan masalah infrastruktur.
  • Pemasangan IPAL MBG menjadi syarat mutlak untuk mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Badan Gizi Nasional.
  • Sistem IPAL MBG mencakup berbagai komponen penting, seperti Grease Trap, tangki bioreaktor, dan sistem aerasi untuk memastikan pengolahan yang efisien.
  • Perawatan rutin seperti pembersihan Grease Trap dan pengawasan mesin Blower penting untuk menjaga kelancaran dan mencegah bau serta penyumbatan.

Artikel Terkait IPAL MBG

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top