Pengolahan Limbah industri Tekstil

Industri tekstil merupakan salah satu industri yang sangat berkembang dengan pesat di Indonesia. Indonesia sendiri memiliki banyak sekali industri tekstil dari mulai yang kecil sampai yang sangat besar. Industri tekstil memang salah satu industri yang memberikan manfaat bagi kita semua di berbagai bidang misalnya adalah pakaian. Namun, industri tekstil juga menghasilkan limbah yang banyak dibalik kesuksesannya menyediakan berbagai jenis kain dan baju untuk kita semua sehingga diperlukan untuk melakukan pengolahan limbah industri tekstil.

Dengan sistem pengolahan limbah yang baik tentunya akan berdampak baik pula dalam berbagai hal

Khususnya pada lingkungan sekitar dan juga lingkungan alam seluruhnya.

Industri Tekstil merupakan industri yang sangat besar di Indonesia dan banyak terdapat di berbagai daerah

Sehingga jika tidak dilakukan pengolahan limbah industri tekstil yang baik akan sangat merugikan semua pihak.

pengolahan-limbah-industri-tekstil
pengolahan-limbah-industri-tekstil

Industri Tekstil dan Pengolahan Limbahnya

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tekstil, limbah, dan pengolahannya.

Maka di sini akan kita bahas lebih lengkap agar mudah dipahami : 

Proses Pembuatan Tekstil

Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai limbah tekstil dan juga pengolahannya,

Maka di sini akan kita bahas terlebih dahulu mengenai proses pembuatan tekstil itu sendiri

hal ini bertujuan agar lebih mudah dipahami selanjutnya.

Dalam pembuatan tekstil pertama kali adalah dilakukan mandanting dengan tujuan untuk mengikat warna dan juga membuat warna menjadi terlihat lebih tajam.

Tekstil akan dipotong-potong kecil seukuran 10 x 10 cm sebagai sampel sebanyak 3 lembar dan diwarnai sesuai dengan yang diinginkan.

Selanjutnya, bahan tekstil yang akan diwarnai keseluruhannya dimasukkan di dalam larutan air sabun atau minyak turki.

Dilakukan perendaman selama kurang lebih 2 jam atau bahkan sampai semalaman.

Setelah itu dicuci dan diangin-anginkan.

Limbah yang Dihasilkan oleh Industri Tekstil

Masih berkaitan dengan cara pembuatan tekstil di atas,

Industri tekstil merupakan salah satu jenis industri yang sangat boros air.

Pewarnaan, pencucian, perebusan, dan lain sebagainya semuanya membutuhkan air.

Sedangkan air yang digunakan tersebut akan menjadi limbah cair yang berbahaya karena mengandung banyak sekali zat berbahaya khususnya zat pewarna.

Dalam pengolahan tekstil memang dibagi menjadi dua yaitu proses kering dan juga proses basah.

Proses basah ini lah yang sangat menghasilkan limbah dengan jumlah banyak.

Tentu, jika industri tekstil sudah berskala besar air limbah yang dihasilkan pun juga pasti akan lebih besar pula.

Hal ini akan sangat mengganggu lingkungan alam.

kandungan air limbah yang terdapat dalam tekstil sendiri mengandung kadar alkali yang cukup tinggi

Seperti contohnya pada industri pembuatan kain katun yang banyak sekali menggunakan NaOH untuk proses pencelupannya.

Pentingnya Pengolahan Limbah Industri Tekstil

Seperti yang telah dikatakan di atas bahwa limbah tekstil kebanyakan merupakan limbah yang berbahaya karena menggunakan pewarna sintetis.

Industri yang masih menggunakan pewarna organik sudah jarang sekali ditemukan

Karena prosesnya  yang tidak dapat dilakukan dengan cepat.

Oleh karena itu, hampir sebagian besar industri tekstil menggunakan pewarna sintetis.

Pewarna sintetis ini mengandung banyak sekali zat kimia berbahaya yang dapat mencemari lingkungan baik air, tanah, maupun udara.

Oleh karena itu, sangat penting mengolah limbah tekstil tersebut sehingga setelah dibuang ke aliran air maka tidak akan mencemarinya.

Selain itu, air limbah tekstil juga dapat diolah menjadi air yang lebih bersih yang dapat digunakan kembali untuk beberapa kegiatan yang lain, baik produksi atau domestik.

Pengolahan Limbah cair Industri tekstil

Berikut beberapa langkah langkah dalam sistem pengolahan limbah pada pabrik tekstil

Pengolahan limbah tekstil yang diterapkan sebenarnya hampir sama saja dan menggunakan teknik serta methode yang tidak jauh berbeda.

kalau bukan menggunakan sistem kimia fisika berarti menggunakan konsep dan methode pengolahan secara biologi.

Anaerobik Baffle Reaktor

Langkah yang pertama adalah menggunakan sistem Anaerobik Baffle Reaktor.

Langkah yang satu ini menggunakan mikroorganisme yang tahan dengan kondisi anaerob dan juga memiliki tingkat toleransi terhadap konsentrasi bahan organik yang sangat pekat dan juga hidup di kondisi yang sulit.

Akan tetapi, sistem ini merupakan sistem yang sangat sederhana dan memerlukan reaktor yang dangkal untuk mempertahankan laju gas dan cairan sehingga bakteri dapat terbuang dan mengalami penundaan. 

Karena  sifatnya yang seperti aliran sumbat maka akan terjadi akumulasi asam lemak volatile dan pH yang rendah serta juga eksposisi bakteri yang sensitif pada bagian senyawa organik.

Hal tersebut dapat diatasi dengan pengenceran umpan, pengumpanan dengan laju rendah, dan pengumpanan secara periodik.

Pengolahan limbah industri tekstil dengan Sistem Lumpur Aktif

Selain itu, ada sistem lumpur aktif yang mana merupakan salah satu sistem pengolahan yang menggunakan mikroorganisme dengan cara aerobik.

Zat organik akan dikonversi dalam bentuk CO2, H2O, NH4, dan biomassa yang baru.

Ada empat bagian dalam proses Ipal industri sistem ini

yaitu aerasi, pengendapan, resirkulasi lumpur, dan juga penghilangan lumpur sisa.

Pada dasarnya, mikroorganisme memanfaatkan senyawa organik yaitu polutan sebagai makanan mereka dengan proses adsorpsi ke dalam selnya.

Dalam mencerna makanan, bakteri menghasilkan enzim tertentu yang dapat menghilangkan polutan dalam air limbah yang diolah tersebut sehingga dihasilkan air limbah yang lebih bersih dan dapat dibuang dengan aman.

Bioremidiasi

Bioremidiasi ini adalah pengolahan limbah yang menggunakan mikroorganisme sehingga menghasilkan enzim yang dapat bereaksi secara kimia dengan berbagai polutan yang terdapat pada limbah cair

sehingga membuat limbah tersebut tidak bersifat berbahaya lagi.

Cara ini sudah banyak digunakan bahkan sejak tahun 1990-an.

Cara yang satu ini memang sangat efektif untuk mengolah air limbah yang memiliki muatan senyawa kimia seperti logam berat, petroleum hidrokarbon, pestisida herbisida, dan lain sebagainya,

Prinsipnya yaitu dengan menggunakan polutan dengan menggunakan cara pertumbuhan mikroorganisme menempel dan juga yang tersuspensi.

Mikroorganisme menempel merupakan suatu mikroorganisme eyang dibiarkan menempel pada batuan tanaman, dan lainnya.

Sedangkan untuk mikroorganisme suspensi mikroorganisme dibiarkan dalam bentuk lumpur aktif.

Ozonasi

Yang terakhir adalah dengan menggunakan ozonasi yang memiliki fungsi untuk memenuhi persyaratan BOD dan juga COD agar memenuhi standar yang telah ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan mikroorganisme yang penting dalam sistem yang satu ini.

Langkahnya yaitu dengan cara pengolahan awal seperti aerasi dan juga menambahkan penyerap seperti Zeolit atau koagulan seperti tawas.

Tujuan utama dari pengolahan limbah yang satu ini adalah mengoptimalkan kerja ozon sehingga lebih efektif dan menyingkirkan berbagai zat pewarna pada limbah cair sehingga air yang dihasilkan pun menjadi lebih jernih.

Kesimpulan dan Penutup

Dari beberapa hal yang telah dijelaskan di atas maka dapat ditarik sebuah kesimpulan apabila dalam industri tekstil tentu menghasilkan limbah yang sangat berbahaya.

Zat yang berbahaya ini kebanyakan diperoleh dari proses produksi yang menggunakan pewarnaan.

Pewarna tekstil yang digunakan oleh industri biasanya merupakan pewarna yang termasuk dalam zat organik non-biodegradable yang sebenarnya dapat terurai dengan menggunakan Bakteri aerob

Penguraian ini terjadi sangat lambat sehingga lebih mudah terakumulasi di dalam tanah maupun di dalam saluran air.

Zat pewarna sintetik yang sangat berbahaya bagi lingkungan harus dilakukan pengolahan dengan baik terlebih dahulu agar tidak merusak berbagai hal di lingkungan alam khususnya air dan tanah.

Pengolahan air limbah tekstil menggunakan IPAL Industri merupakan salah satu cara yang paling tepat dalam pengolahan limbah industri tekstil.

Limbah Cair yang berasal dari indutri tekstil ini sangat berbahaya sekali jika tidak diolah dengan benar. Sementara cara pengolahan nya pun haruslah menggunakan teknologi yang tepat dan efektif. Harus dilakukan oleh praktisi yang telah berpengalaman menangani jenis limbah ini. karena biasanya kandungan COD dan BOD nya yang tinggi serta Kapasitasnya yang cukup besar

FAQ

Apakah yang dimaksud dengan pengolahan limbah industri tekstil

Yang dimaksud diatas yaitu sebuah sistem instalasi pengolahan air limbah yang dirancang dan di design untuk dapat mengolah Limbah cair yang dihasilkan dari pabrik tekstil agar air olahannya memnuhi baku mutu pemerintah.

Berapa Lahan yang dibutuhkan untuk membuat WWTP pabrik tekstil ?

Untuk ukuran lahan tentunya disesuaikan dengan kandungan COD dan BOD dalam air limbah tersebut serta berapa kapasitas per hari air limbah yang di olah.

Teknik apa yang cocok dipergunakan untuk mengolah limbah tekstil ini ?

Selama penerapan di project sistem terbaik yang dipergunakan adalah gabungan antara sistem kimia fisika dan biologi aerobic

Bagaimana cara menghilangkan warna dalam limbah cair pabrik tekstil ?

Untuk warna yang berasal dari Pewarna non biodegradable akan sulit dihilangkan. Dan untuk diketahui bahwa Parameter warna tidak ditentukan dalam baku mutu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *